Hai hai haii....
Cerita hari ini sedikit melelahkan dan didominasi
dengan kegiatan “menunggu”. Di mulai dari jam 7.00 rencana awal bakal jalan – jalan
bareng angkatan Ose’14 ke Alun – Alun Bandung dengan temanya “Biru Ketemu Ijo”
tapi, secara mendadak ada jarkom kalau jam 7.30 ada interaksi sama kating Ose.
Sontak kaget dan ngerasa belum ada persiapan apapun buat menjalani interaksi.
Beruntung ketika udah sampai kampus tepatnya di CC Timur, aku ngga telat –
telat banget. Kita masih nunggu kating memfotokopi berkas. Menit demi menit
kita tunggu dan sampai akhirnya ada komando untuk perwakilan 3 orang (Muti,Putri,Dimitri) nemuin kakak Ose di deket sekre LFM. Ngga lama setelah mereka pergi, kita
semua dikasih kabar kalau bakal ada wawancara kepribadian yang bakal dilakukan
6 orang per kloternya. Nahh, disini titik jenuhnyaa, untuk 1 kloternya aja kita
nunggu udah hampir 2 jam. Tapi ya tetep seneng sih, karena sembari nunggu temen
– temen yang di wawancara kita satu sama lain jadi lebih dekat dan saling
mengenal. Isi wawancaranya antara lain kayak data diri, riwayat tempat tinggal,
sekolah, prestasi, organisasi dan penyakit. Di wawancaranya juga ga boring,
kakak ose menyelinginya dengan berbagi pengalaman dan canda gurau. Oh ya,
sebelum di wawancara, kita juga disuruh untuk ngisi kuisioner tentang
kepribadian kita selama kurang lebih 10 menit. Setelah itu, kira – kira jam 1
kita semua udah selesai di wawancara. Kita bertekat buat tetep ngadain acara
jalan – jalan yang sempat tertunda sebentar, dengan tujuan ke Tahura. Kita yang
ngga bawa motor dan helm, masuk ke mobil Dimitri dan Azhiz, sementara yang lain
naik motor. Sesampainya disana, kita foto – foto, share location, dan diskusi
tentang angkatan kita. Diantaranya bahas basecamp, cara pembayaran basecamp, basecamp
kampus, serta hasil info yang didapet Putri,Andi dan Leysi selaku orang yang
dipanggil kating ose semalam sebelum interaksi. Dari keselruhan diskusi, kita
menitikberatkan membahas basecamp, dengan perimbangan basecamp di Kanayakan 15
jt per 6 bulan dengan setiap spesifikasinya memenuhi dan di Tubagus Ismail yang
lebih mahal dari yang di Kanayakan. Kemungkinan besar pilihan kita jatuh ke
Kanyakan. Tapi kita tetep bertekat buat nyari lagi di daerah Kebon Bibit dan
Pelesiran. Survey dilakukan sekitar pukul tengah 7. Ada sekitar 10 orang-an dan
kita di bagi jadi 2 kelompok buat survey daerah tersebut. Hasilnya kurang
memuaskan, sehingga kita mungkin akan mengandalkan yang di Kanayakan sebagai
basecamp kita. Yaaa sekiranya itu saja cerita hari ini.
Terimakasihhh
#BiruKetemuIjo #JalanjalanOse14 #Hariyangindah #Ose14GoestoTahura
Tidak ada komentar:
Posting Komentar