Diary 5 September 2015
Hari
ini, 5 September 2015, tepatnya jam 07.00, kami harus berkumpul di selasar
perpus pusat ITB karena akan ada hari-1 diksar HMO “Triton” ITB. Jarkom untuk
diksar dipublikasikan sekitar jam 10 malam hari sebelumnya. Kami seangkatan,
Jalapati Asha, langsung menyiapkan untuk esok hari. Kami sepakat untuk
berkumpul di dpr jam 6.30. Pagi hari di tanggal 5, beberapa dari kami saling
membangunkan satu sama lain, untuk kemudian bersiap-siap berangkat. Kami diminta
untuk membawa spek lengkap dan juga surat kontrak belajar. Berita buruk datang
dari 2 teman kami, yaitu Carla yang malamnya tiba-tiba sakit dan tidak
diizinkan orantuanya untuk datang, dan teman kami Imat berhalangan karena ada
muker unit. Ketika 6.45, kami melakukan cek spek bersama, dan ternyata beberapa
spek teman kami ada yang belum ada atau tertinggal. Kami pun menunggu mereka,
dan kami terlambat untuk ke selasar perpus. Disana sudah menunggu masa HMO.
Kami pun dimobilisasi ke tunnel untuk kemudian mobilisasi ke saraga. Di saraga,
kami jogging sekitar 4 putaran. Setelah itu, kami kembali ke tunnel untuk
mengambil barang dan beristirahat. Kemudian, kami kembali dimobilisasi menuju
kandang domba. Disana lah rangkaian diksar dimulai, dimana diksar dibuka,
elemen-elemen diksar diberitahu, dan angkatan kami dilatih kesigapan (salah satunya
melalui PBB), diuji mengenai kenalan 1 angkatan, dan lain-lain. Kami banyak
dievaluasi. Semoga kedepannya bisa jauh lebih baik dan berkembang
Setelah
itu kami kembali dimobilisasi untuk ishoma. Setelah ishoma, jam 12.20, kami
harus sudah di selasar kebab. Setelah itu kami ke ruang kuliah (yes), 1401.
Disana ada kak Harry (HMO 2009). Beliau menyampaikan beberapa materi dan
motivasi mengenai tujuan dari masuk himpunan, dan juga manfaat-manfaatnya.
Setelah itu, kami ada pembahasan dengan kak Ical, kak Jonathan, dan kak Nisa,
mengenai evaluasi hari ini, penyelarasan miskom-miskom, dan juga pemberitan
tugas baru. Dan juga, pengumuman bahwasanya Diksar belum dimulai, bahwasanya
hari ini ada pra-Diksar terakhir. Yep, semua baru dimulai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar