Rabu, 17 Juni 2015

Catatan Diklat Terpusat OSKM ITB 2015 - Rahaden Bagas Hatmaja - 16314033

Diklat Terpusat OSKM ITB 2015. Ngapain aja sih diklat terpusat? Dapet apa aja? Jeng jeng Aden mau sharing nih. Tanggal 3 Juni sampai dengan 15 Juni 2015, lebih dari 2000 mahasiswa ITB angkatan 2014 menjalani Diklat Terpusat. Apa itu? Diklat Terpusat adalah pendidikan dasar untuk para calon pengkader angkatan 2015 nanti alias para calon panitia OSKM ITB 2015. Kegiatan dan apa aja yang didapet sih? Yuk cekidot!

3 Juni 2015
Jam 19.00 ada pembukaan yang seru banget. Ada penampilan dan launching logo. Nilai yang didapat hari ini merupakan gambaran umum mengenai kaderisasi dan OSKM ITB. Selain itu kami juga mendapatkan ilmu mengenai arti penting suatu pendidikan. Semua itu dikemas dengan sangat menarik dan disampaikan dengan sangat baik oleh kakak-kakak panitia.

4 Juni 2015
Hari ini kami dikelompokkan berdasarkan agama dan menjalani "Mentoring Agama". Mentoring ini dilaksanakan hampir di seluruh penjuru kampus. Saya yang beragama Islam melaksanakan mentoring di Lapangan Sipil. Nilai-nilai yang saya dapatkan antara lain:
  • Hakikat hidup. Manusia hidup di dunia tujuannya adalah untuk beriman, beribadah, dan sebagai Khalifatullah di dunia. Semuanya didasarkan pada hadits 'Arba'in Nawawi no. 4 dan Q.S. Al-Baqarah ayat 21 serta dasar-dasar lainnya yang shahih.
  • Perjalanan manusia. Tak selamanya manusia hidup di dunia dan pasti akan menghadapi kematian. Setelah meninggal, manusia memasuki alam kubur lalu alam Barzah lalu dibangkitkan bersama-sama di Yaumul Mahsyar dan akhirnya di Akhirat.
  • Syarat ibadah. Syarat diterimanya ibadah kita adalah harus ikhlas dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
  • Pentingnya cita-cita dan tujuan hidup. Dalam hidup ini, kita harus memiliki cita-cita dan tujuan hidup agar hidup kita memiliki arti dan sesuatu untuk dicapai.
  • Akhlak dan karakter. Akhlak dan karakter adalah dua hal yang berbeda. Akhlak adalah kepribadian seseorang yang sangat mendasar dan sesuai dengan tuntunan. Sedangkan karakter adalah kepribadian seseorang yang dibentuk oleh lingkungannya.
5 Juni 2015
Pada hari ini kami ditugaskan untuk melakukan observasi lapangan di beberapa titik di Bandung dan sekitarnya. Kelompok saya mendapatkan tugas observasi di Pasar Andir Bandung (Jl. Sudirman). Di sana kami mengamati dan mewawancara beberapa pedagang untuk mengobservasi keadaan serta masalah yang terjadi, terutama di bidang ekonomi. Nilai yang saya dapat di sini adalah kesadaran akan kondisi masyarakat umum melalui potret Pasar Andir ini.

6 Juni 2015
Hari ini adalah pengenal divisi-divisi yang ada di OSKM ITB 2015. Meskipun hanya engenalan divisi, namun saya mendapat banyak ilmu di sini, antara lain:
  • Jangan selalu terbawa emosi/perasaan. Di sini saya belajar bahwa semua indovidu di dunia ini memiliki kepribadian dan caranya masing-masing sehingga kita tidak boleh terlalu banyak ambil hati jika berkomunikasi dengan orang yang beragam agar tujuan kita bisa tercapai tanpa terpengaruh stimulan negatif dari orang lain.
  • Belajar menekan ego pribadi. Dalam suatu lingkungan kita harus bisa mengalah dan memberi kesempatan kepada orang lain karena kita tidak selalu benar. Untuk membentuk suatu lingkungan yang harmonis kita harus saling bekerja sama dan menekan ego masing-masing.
  • Disiplin. Disiplin adalah dasar kita untuk membentuk pribadi yang berintegritas. Kita harus bisa menghargai dan mengatur waktu dengan baik agar segalanya dapat berjalan dengan lancar dan sesuai yang kita harapkan.
8 Juni 2015
Hari ini, kami semua dibagi ke beberapa ruangan untuk mendengarkan talkshow yang disampaikan oleh beberapa narasumber. Saya mendapat kesempatan menghadiri talkshow di ruang 9231 GKU Timur lantai 4 dengan Bapak Rahmat Jabaril dan Kak Rahman Rasyidi sebagai narasumbernya. Bapak Rahmat yang merupakan seorang seniman menyampaikan pandangannya mengenai kapitalisme kota yang merenggut budaya kampung. Nilai yang saya dapat dari penyampaian Bapak Rahmat, antara lain:
  • Urbanisasi. Penyebab urbanisasi dibagi 3, yaitu: faktor pendidikan, ekonomi, dan hiburan. FYI, 60% manusia tinggal di perkotaan.
  • Pengelompokan masyarakat kota. Masyarakat kota dibagi 2, yaitu masyarakat Superblok yang memiliki akses luas, terbatas ruang-waktu, serta cenderung konsumtif dan masyarakat Miskin-kota yang kekurangan akses, tidak terbatas ruang-waktu, serta cenderung kumuh.
  • Reduksi perkampungan. Kapitalisme kota mereduksi budaya kampung yang kaya. Sebagai masyarakat yang sadar, kita harus menghentikan ini dan memberi akses lebih untuk masyarakat kampung.
Setelah Bapak Rahmat, Kak Rahman yang merupakan perwakilan dari Kemenristek KM-ITB menjelaskan mengenai PKM (Pekan Karya Mahasiswa) dan urgensinya. Nilai yang saya dapat, antara lain:
  • Fungsi PKM. PKM sangat penting di kampus ini karena merupakan wadah berkarya dan suatu bentuk pengabdian masyarakat.
  • Sifat mahasiswa untuk keberlanjutan bangsa Indonesia. Untuk Indonesia yang lebih baik, mahasiswa harus peka, memiliki kemapuan yang mumpuni, kreatif, dan mampu berkomunikasi dengan baik.
Usai talkshow, kami dikumpulkan di Lapangan Seni Rupa untuk mentoring mengenai insan akademis dan mahasiswa-kemahasiswaan. Nilai yang saya dapatkan, antara lain:
  • Profil lulusan ITB. Lulusan ITB itu harus menjunjung kebenaran ilmiah, cakap dan utuh terhadap program studi yang diambil, sadar akan kewajiban memahami realita bangsa dan sadar akan kewajiban menempatkan keahlian (sadar akan peran).
  • Pengertian insan akademis. Insan akademis adalah kaum intelek yang memiliki jiwa entrepeneur.
  • Profil pemimpin. Menurut Hayek, pemimpin memiliki sifat berikut: integritas, watak keilmuan, will to power, dan kesadaran akan megembangkan diri serta lingkungan.
  • SWOT mahasiswa.
9 - 11 Juni 2015
Pada 3 hari ini, kami melakukan pengaryaan untuk mempublikasikan tempat wisata di Bandung yang belum terkenal dan memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi di sana. Kelompok saya mendapat tugas pengaryaan di Babakan Siliwangi. Babakan Sliwangi terletak di sebelah utara kampus ITB dan memiliki potensi wisata yang sangat baik, namun kendala yang terjadi adalah masalah kebersihan yang kurang diperhatikan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, kami melakukan kerja bakti membersihan beberapa titik yang sangat kotor lalu mempublikasikan Babakan Siliwangi ke seluruh media sosial. Nilai dari kegiatan ini adalah aksi nyata kami dalam masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini masyarakat menjadi sadar akan potensi dari Babakan Siliwangi dan mampu meningkatkan aspek kehidupan di sana.

12 Juni 2015
Hari ini kami mendapat tugas untuk mewawancarai beberapa lembaga yang ada di ITB seperti himpunan dan unit. Hari ini kelompok saya berkesempatan mewawancarai HIMAREKTA (Himpunan Mahasiswa Rekayasa Pertanian) dan HMRH (Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati). Dari hasil wawancara, saya mendapat banyak nilai, yaitu:
  • Keadaan KM-ITB.  Di sini saya mendapatkan banyak wawasan dan fakta mengenai keadaan di KM-ITB. Mulai dari positif hingga negatif. Namun tidak serta merta kita tutup mata akan maslah ini, lembaga yang kami wawancarai meberikan solusinya masing-masing yang saya rasa cukup kritis dan solutif untuk memperbaiki keadaan yang ada.
  • Kolaborasi. Pentingnya kolaborasi antara lembaga yang bersangkutan dengan kabinet atau KM-ITB yaitu untuk mencapai satu tujun yaitu masyarakan dan massa KM-ITB yang mamu bekerja sama menyelesaikan maslah yang ada.
  • Budaya kampus. Budaya kampus ini sangat beragam. Menurut HIMAREKTA ada 3 budaya kampus saat ini, yaitu: kaderisasi, pemilihan, dan apresiasi. Berdasarkan konsepsi KM-ITB, ada 7 budaya kampus, yaitu: integritas, peduli lingkungan, apresiasi, objektif-kritis-solutif, kajian, berhimpun, dan berkarya.
13 Juni 2015
Hari ini kami melaksanakan mentoring mengenai KM-ITB. Nilai yang saya dapat adalah:
  • Struktur dan komponen KM-ITB. KM-ITB terdiri atas beberapa lembaga yaitu Kongres yang berada di puncak, Tim Beasiswa sejajar dengan Kabinet dan MWAWM (Majelis Wali Amanat dan Wakil Mahasiswa) dibawah komando Kongres, dan Himpunan serta Unit di bawah Kabinet untuk melakukan koordinasi. Selain itu juga mahasiswa yang tergabung dalam himpunan serta unit.
  • Sejarah pergerakan mahasiswa. Pergerakan mahasiswa dimulai dari sebelum kemerdekaan seperti Budi Utomo dan Sumpah Pemuda. Lalu setelah kemerdekaan di masa Orde Lama dalam pemberantasan PKI dilanjutkan masa Orde Baru dan pasca-Orde Baru hingga kini yang ditandai dengan pelengseran Soeharto atau biasa disebut Reformasi.
14 Juni 2015
Hari ini adalah hari terakhir diklat dan pengumuman divisi. Saya ditempatkan di divisi mentor dan sekarang sedang menjalani Sekolah Mentor dan melanjutkan petualangan saya menimba ilmu untuk mempersiapkan OSKM ITB 2105.

Sekian. Terima kasih.

Nilai-Nilai yang Didapat dalam Diklat Terpusat ITB 2015 - Willy Bambang Irawan - 16314070

Kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Terpusat OSKM ITB 2015 merupakan salah satu pengalaman yang berharga bagi saya dan teman-teman TPB 2014. Diklat Terpusat ini merupakan wadah bagi para mahasiswa TPB 2014 untuk meningkatkan softskill mereka setelah sebelumnya sibuk dengan rutinitas akademik di kelas. Selain bisa menambah pengalaman, kami juga bisa menambah relasi dengan teman-teman di fakultas/sekolah lain, karena pada diklat terpusat ini dibagi ke dalam 200 kelompok, dimana satu kelompok terdiri dari berbagai fakultas/sekolah.
Diklat Terpusat ITB 2015 dilaksanakan mulai dari tanggal 3 – 15 Juni 2015. Meskipun kurang lebih hanya 2 minggu, tetapi kegiatan diklat terpusat ini bisa memberikan nilai-nilai yang berguna bagi massa TPB 2014, baik untuk menjadi panitia OSKM 2015 maupun dalam menjalani lika-liku kehidupan selanjutnya. Di sini saya akan menguraikan nilai-nilai yang saya dapat selama mengikuti kegiatan Diklat Terpusat ITB 2015, diantaranya:
1.    Menghargai Waktu
Nilai ini saya dapatkan selama mengikuti Diklat Terpusat, karena mulai dari Grand Opening hingga Closing bisa saya rasakan betapa pentingnya waktu yang kita punya untuk melaksanakan kegiatan yang berguna. Saat Opening saya menyadari bahwa sulit bagi kakak-kakak panitia untuk mengkondisikan massa Dikpus menuju lapangan basket. Saat itu banyak massa TPB yang melalaikan waktu shalat Isya bagi yang beragama Islam. Di situ saya mendapatkan nilai bahwa waktu itu bagaikan pedang, jika kamu tidak memotongnya, maka dia yang akan memotongmu.

2.    Komunikatif dan Berpikir Kritis
Setiap orang pasti bisa memahami orang lain lewat penyampaian pesan yang dia sampaikan. Selama Dikpus, saya mendapatkan nilai komunikatif yang lebih, karena bisa belajar berkomunikasi dengan orang yang lebih tua maupun yang sebaya. Saya juga berlatih untuk berkomunikasi dengan menggunakan bahasa yang baku dan efektif, sehingga bisa dipahami oleh orang lain. Nilai ini saya dapatkan lebih saat mengikuti kegiatan mentoring dan juga diskusi dengan teman-teman satu kelompok maupun kelompok lain, sehingga kami bisa berpikir kritis dalam menyampaikan pendapat. Meskipun saya punya prinsip, jadilah pendengar yang baik sebelum menjadi pembicara yang baik, tapi saya mengakui bahwa nilai komunikatif dan berpikir kritis itu adalah hasil positif dari proses mendengar. Kami juga melaksanakan observasi ke tempat-tempat strategis di Bandung yang mempunyai masalah, sehingga saya pun ikut merasakan manfaat dalam berkomunikasi dan berpikir kritis.

3.    Toleransi dan Sabar
Dalam mengikuti suatu kegiatan, pasti ada sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan kita. Misalnya, saat mengikuti Dikpus kami sering dikumpulkan di lapangan basket untuk pembukaan maupun penutupan saat hari itu, dan banyak teman-teman yang kepanasan saat mendengarkan kakak-kakak yang berbicara. Di situ kami mendapatkan betapa pentingnya kesabaran dalam menghadapi segala aktifitas. Saat mentoring agama maupun waktu shalat pun, saya bisa merasakan nilai toleransi antara agama yang satu dengan yang lainnya. Saat menyampaikan pendapat pun, saya banyak belajar untuk menghargai pendapat orang lain, meskipun pendapatnya berbeda dengan saya.

4.    Rasa Ingin Tahu
Nilai ini bisa saya rasakan saat saya mengikuti Inspirational Class yang bertempat di perpustakaan pusat. Di sana, saya mendapatkan banyak inspirasi dari materi yang disampaikan oleh pembicara-pembicara yang berpengalaman. Salah satunya adalah kang Ujang Purnama (STF 2011) yang membahas mengenai permasalahan bangsa Indonesia saat ini dan inovasi-inovasi yang akan dan telah dilakukan oleh kang Ujang bersama kawan-kawan. Saat mendengarkan materi yang disampaikan, tanpa diinstruksikan seperti kegiatan yang lain, saya langsung menulis apa yang ada di layar, karena materi yang disampaikan menarik sehingga membuat saya ingin tahu lebih jauh lagi mengenai materi itu.

5.    Kerjasama
Selama menjalani Dikpus, saya bersama teman-teman dalam 1 kelompok selalu menghadapi permasalahan bersama-sama. Misalnya saat observasi, perumusan masalah, analisis masalah, pembuatan video, dan lain-lain. Dari kegiatan-kegiatan tersebut, saya mendapatkan nilai kerjasama bagi suatu tim atau kelompok. Dimana kita tidak bisa bekerja sendiri dalam menyelesaikan permasalahan, dibutuhkan kerja keras dari setiap individu supaya terjalin kerjasama yang baik. Jika 1 orang kurang maksimal dalam menjalaninya, pasti hasil yang didapat kurang terasa puas.

            Sebenarnya masih banyak nilai-nilai yang didapat saat saya mengikuti Diklat Terpusat 2015, tetapi 5 poin di atas merupakan nilai-nilai yang paling saya rasakan manfaatnya bagi kemajuan diri saya dalam mengembangkan softskill. Semoga nilai-nilai yang telah saya dapatkan saat Dklat Terpusat bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk saat ini maupun di masa yang akan datang. Aamiin..



NILAI-NILAI DALAM DIKPUS ITB 2015-16314101-PUTRI RAHMANI P.

Libur tlah tiba...libur tlah tiba hore hore horee

      Salah satu momen yang paling kami, atau lebih tepatnya kita, tunggu-tunggu akhirnya sampai di pelupuk mata. Lalu apa hal seru yang akan dikerjakan untuk mengisi liburan ini?  Setiap orang pasti mempunyai caranya masing-masing untuk menikmati liburannya, begitu pula kami mahasiswa tingkat satu institut teknologi bandung. Bagi sebagian besar dari kami libur semester genap pertama ini kami isi sebagian kecilnya dengan mengikuti rangkaian acara diklat terpusat.
       Apa itu diklat terpusat?  dari namanya kita ketahui diklat terpusat adalah sebuah rangkaian pendidikan atau pelatihan yang diadakan oleh pusat yaitu KM ITB. Diklat terpusat adalah sebuah kaderisasi lanjutan bagi kami 2014 yang mengajarkan berbagai pengetahuan dasar tentang kemahasiswaan serta sosialisasi OSKM 2015. Diklat terpusat juga merupakan pintu gerbang bagi kami untuk menjadi bagian dari kepanitiaan OSKM ITB 2015. Pentingnya ilmu-ilmu yg diberikan di diklat terpusat mendorong banyak himpunan mewajibkan calon anggotanya untuk mengikuti diklat terpusat atau dikpus ini.
       Aku adalah salah satu dari 'kami' yang daritadi kusebutkan, yang kebetulan juga menjadi ia yang diwajibkan untuk mengikuti diklat terpusat. Lewat tulisan ini aku akan mrnceritakan sedikit banyak pelajaran yang ku dapatkan dari diklat terpusat OSKM ITB 2015.
       Rangkaian acara dikpus dibuat cukup tertutup dan dirahasiakan detailnya dari para peserta diklat. Jarkom diklat biasanya baru diberikan sehari sebelum diklat, bagi aku pribadi hal ini sedikit mengesalkan karena membuat ku susah mengatur rencana kegiatan lain sepanjang masa dikpus. Namun seiring berjalannya waktu aku menyadari bahwa sistem seperti ini ternyata membuat kita menjadi orang yang lebih rajin karena dgn tidak mengetahui batas akhir pengerjaan tugas (yaitu diklat selanjutnya yg entah kapan) kita akan cenderung mengerjakan tugas secepatnya tidak lagi menjadi deadliner. Sistem ini kita dibuat 'terpaksa' siap setiap saat untuk mengikuti dikpus, pada akhirnya juga akan memperbaiki time management kita.
      Materi yang pembuka diklat terpusat ini adalah "Hakikat Hidup" yang disampaikan melalui mentoring keagamaan. Hal ini seharusnya membuat kita ingat untuk selalu menomorsatukan Tuhan dan urusan keagamaan dibanding urusan duniawi. Materi "Hakikat Hidup" secara garis besar memaparkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang hidup yang sering kali kita lupakan dalam keseharian kita salah satunya adalah tujuan kita hidup dan peran yang kita emban sebagai manusia.
      Setelah itu kami ditugaskan untuk melakukan observasi dengan segelintir tugas tambahan terkait. Intinya kami diminta melihat masalah di suatu tempat atau masyarakat lalu membuat solusi dari permasalahan tersebut. Pelajaran kali ini mengajarkan kami untuk menjadi seseorang yang peka terhadap sekitar dan mampu melihat solusi yang paling baik dari suatu masalah lewat berbagai sudut pandang.
       Salah satu bagian yang paling ku sukai dari rangkaian dikpus ini adalah inspirational class. Aku berkesempatan mendengarkan cerita-cerita inspiratif dari pengalaman seorang co-founder company yg menangani masalah transportasi. Beliau memilih solusi yang cenderung tidak mainstream untuk menjawab masalah kemacetan di kota Bandung. Seraca pribadi, beliau mengajarkanku untuk berpikir kreatif dan out-of-the-box dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Beliau juga memberikan contoh bagaimana kita dapat memanfaatkan hobi kita menjadi hal produktif yang berguna bagi khalayak umum.
       Point penting lainnya dalam dikpus ini adalah soal kemahasiswaan. Kami kembali diingatkan akan peran kami sebagai insan akademis yang memikul tanggung jawab dan membawa harapan masyarakat. Kita memang susah seharusnya tidak bersikap egois dan lebih banyak mengabdikan diri untuk kepentingan orang banyak. Pengabdian itu bisa kita lakukan dengan mengaplikasikan ilmu yang kita dapatkan di perkuliahan lewat suatu kolaborasi yang kita lakukan dengan orang lain yang memiliki keahlian berbeda. Sebuah kolaborasi dan kerja sama berpotensi akan menghasikan karya yang lebih hebat dan bermanfaat.
        Selain nilai-nilai yang didapatkan melalui materi formal di diklat banyak pelajaran lain yang kudapatkan lewat teman-teman baru dan perkerjaan rumah dari diklat terpusat ini seperti kekeluargaan, empati, tanggung jawab, loyalitas, dan masih banyak lagi. Oleh karena itulah menurutku diklat terpusat OSKM adalah kegiatan yang sangat bermanfaat dalam mengisi liburab kali ini. Dikpus bagiku sebuah wadah yang meskipun cukup singkat tetapi efektif untuk belajar dan mengembangkan diri.

NILAI-NILAI DALAM DIKPUT ITB 2015 - 16314140 - Bernadetha Stella Bartholomeus

Hari pertama Diklat terpusat ITB 2015 dimulai pada hari Kamis tanggal 4 Juni 2015. Pada hari tersebut peserta diklat diberi materi mengenai hakikat hidup. Nilai yang bisa saya ambil dari materi tersebut adalah kita sebagai manusia harus bekerja dan bermanfaat sesuai dengan nilai-nilai ke-Tuhan-an. Selanjutnya kami diajarkan mengenai materi observasi. Dalam materi ini kami diminta untuk menemukan suatu masalah dan mencari solusi itu semua menggunakan beberapa metode analisis seperti fishbone, SWOT, dan TOWS. Dari materi ini, saya mendapatkan nilai untuk berpikir kritis dan cepat tanggap untuk menyelesaikan suatu masalah. Pada hari selanjutnya kami melakukan observasi. Saya mendapatkan lokasi di Stasiun Bandung Utara. Di sana saya harus mampu menganalisis masalah kesejahteraan masyarakat sekitar stasiun dan bisa berpikir kritis untuk mendapatkan solusi inovatif yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Di hari kedua diklat terpusat kami dikenalkan dengan divisi-divisi yang berada dalam OSKM ITB 2015. Di sana nilai yang bisa saya dapatkan adalah kita harus bekerja sama untuk mengadakan suatu kegiatan. Kita tidak bisa hanya bergantung pada sebagian orang saja. Semua insan yang terlibat dalam kegiatan tersebut harus mampu berkontribusi sesuai dengan peran dan posisinya. Pada hari ketiga diklat terpusat, saya mendapatkan kelas inspirasi. di dalam kelas tersebut, saya diajarkan untuk bisa mengembangkan bakat dan kemampuan saya agar bisa bermanfaat bagi orang orang banyak. Kita sebagai mahasiswa tentu mempunyai kelebihan masing masing pada bidang studi yang digelutinya. pada kelas inspirasi yang saya ikuti, salah satu pembicaranya merupakan lulusan biologi. Beliau mampu mengembangkan ilmunya untuk membantu peternakan ikan. lalu dilanjutkan dengan pembicara selanjutnya yang membahas mengenai PKM. Sungguh disayangkan karena ITB tidak mampu berkontribusi banyak dalam ajang PKM. Setelah kelas inspirasi, para peserta diklat terpusat dikumpulkan dan diberi materi mengenai mahasiswa sebagai insan akademis. Insan akademis adalah seseorang yang bekerja di institusi yang berhubungan dengan pendidikan dan bidang akademik, namun mahasiswa adalah insan akademis yang intelek. Maksud dari hal tersebut adalah mahasiswa bisa berperan sebagai problem solver. Kami juga diberi materi mengenai apa yang harus dilakukan sebagai alumni, yaitu:
1. bermoral dan mulia
2. sadar kewajiban sebagai sarjana program studi
3. peduli akan kewajiban memahami realitas bangsa
4. peduli akan kewajiban menempatkan kesarjanaan di dalam bangsa
5. sadar akan peran pendidikan di Indonesia
6. peduli masyarakat, bangsa, dan melakukan pembelajarab jangka panjang.
Pada hari keempat yang merupakan hari terkahir diklat terpusat, kami diberi materi mengenai KM-ITB dan kemahaasiswaan. Berdasarkan lembaga yang sudah diwawancarai, HMTG GEA menyatakan bahwa KM-ITB sakit dan tidak stabil. Hal itu terlihat dari pemira yang dibentuk sampai 2 kali. Selain itu, kakak pendiklat juga menjelaskan tentang apa saja yang menjadi bagian bagian dari KM-ITB. dijelaskan mengenai 7 budaya kampus yaitu:
1. integritas
2. kajian
3. peduli lingkungan
4. apresiasi
5. berkarya
6. berpikir kritis
7. berhimpun
Kami juga diberi materi mengenai profil kaderisasi, yaitu:
1. orientasi
2. berkarya dan berkegiatan aktif
3. eksekusi dan penentu kebijakan
4. menjaga keberlangsungan nilai
5. persiapan alumni.

Begitulah rangkaian diklat terpusat yang sudah saya jalani. banyak sekali nilai-nilai yang bisa saya ambil, yaitu:
1. hidup berdasarkan ke-Tuhan-an
2. berpikir kritis dan solutif
3. sigap dan cepat tanggap dalam menyelesaikan suatu masalah
4. mampu bekerja sama
5. mampu bekerja sesuai posisi, potensi, dan peran sebagai seorang mahasiswa

Nilai-nilai Diklat Terpusat ITB '15_Rangsang Putra Sang Fajar_16314066

Diklat Terpusat (Dikpus) adalah pesta kaderisasi terbesar yang diadakan oleh kemahasiswaan ITB. Dalam Dikpus ini, para kader diturunkan nilai-nilai (kaderisasi) olah para senior tentang nilai-nilai yang sudah ada dalam kemahasiswaan di ITB. Penurunan nilai-nilai tersebut dilakukan dengan metode yang relevan dengan nilai yang akan diturunkan. Berikut adalah nilai-nilai yang didapatkan :
Hari 1, Mentoring Agama:
Pada mentoring agama (Kristen), nilai yang dapat saya ambil; Pertama, memiliki karakter yang sesuai dengan Tuhan (cerminan Kristus), sebagai ciptaan yang paling sempurna (serupa dan segambar) manusia diharapkan dapat seperti Sang Pencipta. Kedua, bagaimana manusia (makhluk sosial) menempatkan dirinya di antara sesama, manusia yang baik adalah yang berguna bagi sesamanya.
Observasi:
Observasi adalah metode yang tepat untuk membentuk mahasiswa yang kritis. Dengan observasi, mahasiswa dituntut untuk turun langsung ke lapangan, mengamati daerah yang diobservasi, menganalisis masalah dan mengumpulkan data. Hal yang paling penting adalah mahasiswa harus bisa memberi solusi terhadap masalah-masalah yang ada di sekitarnya.
Hari 2, Pengenalan Divisi:
Satu nilai yang didapat pada pengenalan divisi adalah dalam satu tubuh terdapat banyak anggota dan setiap anggota membutuhkan yang lainnya. Seperti OSKM, tidak mungkin berjalan jika hanya ada mentor, medik dan keamanan. Tetapi OSKM juga membutuhkan acara, operasional, eksternal dan lain-lain.
Hari 3, Inspiration Class:
Hmmm, dari nama kegiatannya saja sudah terlihat nilai yang diturunkan.
Pengaryaan:
Mahasiswa itu dinamis! Pintar cari peluang. Dalam pengaryaan ini, para kader selain dapat bersenang-senang (karena berkunjung di beberapa tempat wisata di Bandung), di pengaryaan ini, para kader juga semakin direkatkan satu sama lain.

Nila-nilai Diklat Terpusat - Aulia Ilham - 16314241

Disini saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya selama mengikuti Diklat Terpusat OSKM 2015.
Langsung saja gak perlu bertele-tele. Mulai dari Grand Opening dan Launching Logo OSKM 2015. Kesannya sih wow banget waktu melihat suguhan tarian-tarian yang dipersembahkan untuk kami para calon panitia OSKM 2015. Orasi-orasi dari petinggi panitia juga tidak luput perhatian dari kami. Ya walaupun hanya sekedar duduk dan melihat itu semua. Hal ini sangat menarik bagi kami, bisa menambah semangat untuk hari berikutnya. Cuma ada sedikit kesalahan teknis yang dialami waktu pementasan tarian tersebut. Diakhir cerita ketika dua  dari mereka mencoba menyalakan kembang kertas (gataulah apa itu namanya), salah satu dari mereka sempat tidak bisa menyalakan kembang kertas itu. Akhirnya mendapat bantuan dari teman-teman mereka. Gatau itu memang settingan atau tidak, menurutku itu sebuah improvisasi yang keren. Untuk hari pertama cukup segitu dulu lah yaa.

Selanjutnya kita menginjak hari pertama Diklat Terpusat OSKM 2015. Materi pertama langsung dihajar dengan mentoring Agama. Seperti biasa, kami kumpul di lapangan basket kemudian di mobilisasi ke arah lapangan sipil, sebagian ke lapangan miring. Disana kami mentoring sekitar 2 jam lebih. Materi yang dibahas yakni meliputi Hakikat hidup manusia. Yang dimaksud disini yakni tujuan dari segala tujuan yang ingin kita capai di dunia ini. Bisa jadi tujuan kekal abadi di Surga nanti. Kami juga diajarkan pola pikir yang sesuai sariah dan membuat mind map tentang hal tersebut.
Setelah istirahat makan dan sholat, acara selanjutnya dilanjutkan dengan pengenalan sekilas tentang divisi-divisi yang ada di OSKM nantinya.

Berikutnya hari kedua, disini kami ngapain? Kami diajak keliling-keliling tour divisi. Jadi kami diajak jalan-jalan pindah ke gedung-gedung yang ada di kampus. Setiap gedung memiliki divisi yang bakal memperkenalkan secara detail jobdesk dan kegiatan yang akan dilakukan nantinya. Disetiap divisi kita juga diadakan sesi tanya jawab seputar hal tersebut. Hal yang saya dapat disini, ternyata untuk memeri kontribusi kepada ada acara ini tidak hanya lewat orang-orang yang berada di garis depan acara ini. Kita juga bisa berkontribusi di belakang layar. Ya walaupun tidak bisa seeksis mereka yang nampak. Cuma dukungan kita orang dalam juga sangat berpengaruh atas kelangsungan acara ini.

Next dihari ketiga, kami melakukan observasi diberbagai tempat yang ada di kota bandung ini. Kebetulan untuk kelompok saya kebagian tempat di Istana Plaza. Disana kami mendapat tugas mengangkat masalah yang ada disana dan sebisa mungkin memecahkan masalah tersebut. Karena lokasi mall ini yang sempit, sedangkan lokasinya yang sangat strategis dekat dengan stasiun dan bandara. Mobilitas mall ini sangat tinggi, sehingga kami mengangkat tema permasalahan kami yakni terbatasnya lahan parkir di Istana Plaza yang mengakibatkan biaya parkir mahal (untuk vallet). Namun sebelum kami terjun ke lapangan, kami mendapat pelatihan dari kakak-kakak panitia bagaimana cara kita mengangkat permasalahan yang bakal kita teliti dan cara mengolah data yang sudah kami peroleh.

Hari kemudian, kami diajak untuk berdiskusi melalui forum didalam ruangan. Sayangnya saya tidak bisa mengikuti acara tersebut dikarenakan kewajiban paguyuban untuk mengurusi kedatangan adik tingkat.

Selanjutnya dihari berikutnya kami masih diajari untuk terjun ke lapangan. Kali ini acara yang dinamakan pengkaryaan ini akan mempromosikan ikon-ikon kota Bandung ini agar masyarakat lebih mengenal luas kota kembang ini. Kami dituntut untuk bisa mempromosikan secara nyata dan target tercapai sesuai dengan yang diharapkan.

Dan kemudian closing. Selesai.

Nilai-nilai Diklat Terpusat OSKM ITB 2015 - Siti Kholifah N - 16314069

Bagi saya, diklat terpusat OSKM ITB 2015 kemarin memiliki beberapa pesan penting yang kita sebagai mahasiswa dan calon panitia OSKM ITB 2015 perlu ketahui dari berbagai kegiatan diklat terpusat tersebut, diantaranya:

1. Mentoring Agama
    Pada mentoring agama, kita belajar mengenai hakikat kehidupan dan budi pekerti yang baik yang berhubungan dengan posisi kita manusia sebagai hamba Tuhan.

2. Pengenalan divisi OSKM 2015 dan OHU 2015
    Pada pengenalan bidang dan divisi tersebut, kita mendapatkan informasi mengenai divisi OSKM dan OHU sehingga kita dapat memiliki gambaran mengenai divisi tersebut dan dapat menentukan ingin bergabung dengan kepanitiaan di divisi mana.

3. Pengenalan materi observasi
    Pada pengenalan observasi, kita mendapat informasi cara observasi yang baik dan benar serta teori mengolah hasil data observasi tersebut.

4. Observasi
    Kita dapat belajar interaksi sosial yang baik dengan masyarakat, peduli lingkungan, kritis terhadap masalah lingkungan, dan mampu memberi contoh solusi terhadap permasalahan yang terdapat pada daerah tersebut.

5. Pengaryaan
    Kita peduli terhadap lingkungan sekitar ITB dengan cara langsung kerja nyata (contohnya membersihkan sampah berserakan) pada daerah tersebut.

6. Materi Insan Akademis
    Kita mendapat insormasi mengenai insan akademis, seperti profil insan akademis, contoh pahlawan yang merupakan insan akademis, dan sebagainya.

7. Wawancara lembaga
    Pada wawancara lembaga, kita mendapat gambaran mengenai KM ITB menurut lembaga tersebut.

8. Materi KM ITB
   KIta mendapat informasi mengenai KM ITB beserta seluk-beluknya seperti organigram, fungsi KM ITB, dan sebagainya.

    Itulah beberapa nilai yang dapat diambil dari serangkaian acara diklat terpusat OSKM ITB 2015. ada juga beberapa nilai yang diambil selain nilai-nilai dari serangkaian acara diatas, seperti:

1. Kedisiplinan
2. Tepat Waktu
3. Mampu mengerjakan tugas pada waktu yang ditentukan

   Semoga postingan blog ini bermanfaat bagi semua. Terimakasih.
 
Nilai-nilai yang Didapat Dalam Dilat Terpusat ITB 2015- Imat Rohimat 16314127


Diklat terpusat oskm itb 2015 dilaksanakan tgl 3 juni-15 juni 2015.
Awalnya saya ikut diklat terpusat ini karena diwajibkan oleh himpunan terkhusus himpunan mahasiswa oseanografi (HMO). 
Walau pun demikian banyak nilai-nilai yang dapat diambil dari kegiatan ini. Namun saya sangat menyangkan karena saya hanya mengikuti diklat pada hari opening, diklat hari pertama, kedua, observasi, dan penutupasan (closing) saja. Dikarenakan ada kepentingan yang urgent yang mengharuskan saya izin.
Walau demikian, tiga hari itu yang saya ikuti memberikn suatu kesan tersendiri yang sekarang akan saya share di blog ini.

Hari opening.

Luar biasa, saya sangat mengapresiasi acara opening, keren bukan main. Namun sayang antusiasme penonton yang kurang, dan rundown acara yang sedikit gak jelas juga ngaret yang lama, menurunkan ke indahan opening. mungkin karena malam juga.tapi jujur saya apresiasi bagus sekali.

Hari 1.
Hari pertama ini mulai bosen dengan kengaretan acara. Untuk mobilisasi saja membuthkan waktu sekitar 2 jam, karena cuaca dan lain sebagainya menyebabkan peserta kelelahan dan bosan dengan diklat tsb. Namun sampailah pada materi utama hari pertama yakni tentang ketuhanan, saya sangat mengresiasi materi ini, banyak pengetahuan dan pengalaman baru yg didapat dari sini pengalaman untuk menerima dan mendengarkan paradigma/pendapat orang lain tentang materi tsb.

Hari 2.
Ini hari yang membosankan. Kenapa? Karena ngaret selalu terjadi dan sangat lama.munkin karena pesertanya yang memn banyak dan susah untuk diarahkan. 
Namun nilai nilai yang didapat dari hari ini sangat berguna, ada hari ini diajarkan bagaimana cara nya menganalisis masalah, masalah sosial maupun internal, salah satunya dengan cara diagram SWOT dll, 
Di sini juga kita diajarkan nilai kekompakan dimna kita beri tugas untuk observasi dan mebahasnya bersama, meneliti dan mengibservasinya bersama-sama kelompok.

Hari 3. Jujur saya tidak ikut saya izin, namun nilai yang didapat dari sharing teman saya yakni  nilai sosial yg cukup dalam. peran kita diperlukan, sebagai insan akademik, sebagai pendorong kemajuan negara dan penjaga nilainilai luhur bangsa.

Di harihari selanjutnya sampai H-1 penutupan (closing) dan pembagian divisi, saya izin, namun nilai nilai yang didapat dari sharing teman saya antara lain :

-tentang prestasi dan kreativitas mahasiswa (khususnya pkm)
-mahasiswa sebagai pencari solusi inovatif
-integritas dan sikap menjadi alumni ITB
-makna menjadi mahasiswa dan kontribusinya untuk indonesia bahkan dunia



~Semoga bermanfaat~

Nilai-Nilai Diklat Terpusat - Indrawan Fadhil P -16314063

Diklat Terpusat (Dikpus) merupakan kegiatan pendidikan dan latihan yang diselenggarakan untuk melatih para mahasiswa yang ingin berkontribusi di OSKM ITB 2015 pada tanggal 3 – 15 Juni 2015. Acara ini mempunyai tujuan untuk menanamkan pada mahasiswa baru bahwa sebagai mahasiswa kita harus menjadi insan akademis.  Walaupun rentang acara cukup panjang tetapi hanya ada 5 hari yang memberikan materi dan pengenalan OSKM pada kami sisanya melakukan kegiatan di luar kampus seperti observasi, pengaryaan, dan wawancara himpunan.
Pada hari pertama OSKM ITB 2015, saya mendapatkan mentor agama. Dalam mentor agama ini saya mendapatkan nilai-nilai yang sangat penting. Yang pertama sebagai orang Islam yang baik, kita harus memiliki hakikat hidup yaitu tujuan dari suatu tujuan yang dapat dihubungkan dengan visi kita sebagai mahsiswa. Untuk menjadi seorang insan akademis kita harus mempunyai visi yang jelas dan cara agar visi itu dapat terealisasikan. Selain itu saya juga mendapatkan nilai bahwa sebagai manusia kita harus mempunyai akhlak yang baik, karena akhlak adalah cermin perilaku dan hal untuk mempertimbangkan perilaku manusia. Saya juga mendapatkan materi tentang SWOT untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan saya sendiri.
Pada hari ketiga, diadakan inspiration class. Inspiration class ini mengajarkan saya tentang pentingnya memiliki  suatu ide kreatif yang memunculkan inovasi dan kerjasama / kolaborasi. Selain itu saya juga belajar bahwa Indonesia ini memilikibanyak masalah yang bahkan belum dapat dipecahkan sampai sekarang. Di hari keempat pertemuan, saya belajar bahwa dalam menjadi seorang insan akademis  ada 4 hal yang sangat penting, yaitu integritas, watak keilmuan, kesadaran mengembangkan diri, dan will to power. Sebagai insan akademis yang paling penting adalah memiliki jiwa entrepeneur, karena dengan jiwa entrepreneur kita dapat berpikir jauh kedepan untuk dapat menyelesaikan masalah di depan kita dengan cepat.
Selain 5 hari saya mendapatkan materi di atas, kegiatan di luar kampus saya mendapat nilai-nilai yang tidak dapat saya dapatkan dari teori saja yaitu peka terhadap sekitar saya. Sebagai seorang mahasiswa kita harus peka akan lingkungan sekitar kita, sehingga kita dapat memberikan sesuatu yang berguna bagi masyarakat di masa depan.

Nilai-Nilai Dalam Dikpus ITB 2015 - Reza Agika Putra - 16314052

Diklat Terpusat OSKM ITB 2015

Mengingat bahwa OSKM merupakan ajang kaderisasi terbesar di kampus Institut Teknologi Bandung maka banyak sekali materi mengenai nilai-nilai dan budaya-budaya kampus yang akan didapat. Dengan diadakannya diklat terpusat bagi angkatan 2014 tentu juga bermanfaat guna memperkenalkan dan suatu proses penurunan nilai-nilai dan budaya-budaya yang ada di kampus ITB. Disini saya akan bercerita sedikit mengenai nilai-niali apa aja sih yang didapat dari diklat terpusat ini, berikut nilai-nilai yang didapat dibagi sesuai sesi mentoring

1. Mentoring Agama

Secara garis besar disini mendiskusikan mengenai apasih sebenarnya hakikat hidup kita sebagai sorang manusia. Setelah adanya diskusi ini diharapkan kita sebagai manusia mempunyai lima karakter akhlak yaitu menyeluruh, komitmen mendapat balasan yang baik, fitrah yang benar, dan dikaitkan dengan nilai-nilai keagamaan. Disini kita sebagai mahasiswa diberi bekal untuk menuju jalan yang baik yaitu Membekali dengan ilmu, Mengokohkan nilai-nilai keagamaan, Berlatih mengerjakan akhlak yang baik, Menjalankan berbagai macam ibadah, Bergaul dengan orang-orang yang soleh, Mengambil teladan yang baik (uswatun hasanah), Meninggalkan lingkungan yang jelek dan memasuki lingkungan yang baik, dan Membiasakan diri untuk menerima nasihat

2. Mentoring Insan Akademis

Dalam mentoring ini ditekankan pada bagaiman seorang mahasiswa mampu mempunyai jiwa insan akademis dengan kondisi yang berpikiran luas, kebangsaan, demokratis, dan memiliki kebenaran ilmiah. Kita harus menjadi problem solver yakni Kaum intelek yang memiliki jiwa enterpreneur dan mampu mengaplikasikan kemampuannya.

3. Mentoring KM ITB

Dalam sesi ini diceritakan oleh kakak pendiklat mulai dari sejarah sampai budaya-budaya kampus yang ada di di ITB. Berikut penuturannya : 


Alasan terbentuknya KM :
-          Karena berlandaskan kekeluargaan
-          Karena kebutuhan
-          Ingin menjadi Perguruam Tinggi yang mempunyai insan akademis
Tugas Perguruan Tinggi(Muhammad Hatta) :
-          Keinsafan tanggungjawab atas kesejahteraan masyarakat
-          Cakap dan mandiri dalam memelihara ilmu dan pengetahuan
-          Cakap memangku jabatan/pekerjaan dalam masyarakat
Peran insan akademis :
-          Selalu mengembangkan diri sehingga menjadi generasi yang tanggap dan mampu menghadapi masa depan
-          Selalu mencari dan membela kebenaran ilmiah sesuai watak ilmu itu sendiri

Konsep organisasi internal KM ITB :
-          Menjadi wadag mengembangkan diri mahasiswa untuk membentuk lapisan masyarakat masa deoan yang profesional, intelek, humanis, dan religius
-          Mewujudkan karya nyata mahasiswa dalam perjuangan menata kehidupan bangsa.
-          Menjadi wadah bagi upaya pergerakan kebutuhan dasar mahasiswa yang menjadi pendidikan, kesejahteraan, dan aktualisasi diri.
Tujuh budaya kampus ITB :
1.       Integritas : Menjunjung tinggi kesatuan tujuan
2.       Kajian : Membahas lebih mendalam
3.       Peduli lingkungan
4.       Apresiasi : Penghargaab terhadap suatu pencapaian
5.       Berkarya
6.       Berpikir kritis dan solutif
7.       Berhimpun : berkumpul dalam suatu keilmuan
Proses belajar dalam organisasi KM ITB :
1.       Orientasi : penurunan suatu nilai
2.       Berkarya dan berkegiatan aktif : mendukung, melaksanakan budaya kampus
3.       Eksekutif dan penentu kebijakan : bertanggungjawab
4.       Menjaga keberlangsungan nilai : nilai yang baik dipertahankan

5.       Persiapan alumni : siap kerja kemasyarakat 

Nah dengan adanya sesi ini maka kita akan mengetahui gimana sih keberlangsungan KM ITB saat ini dan apa aja sih yang dilakuin sama KM ITB selama ini.

Mungkin segitu saja yang bisa saya ceritakan mengenai Diklat Terpusat OSKM ITB 2015, lebih kurangnya mohon dimaafkan, dan bila ada kesahalan atau kekeliruan mohon dikoreksi. Terimakasih.

Foto Alayku_Rangsang Putra Sang Fajar_16314066

Nama : Rangsang Putra Sang Fajar
NIM : 16314066

Nilai-nilai dalam Dikpus OSKM ITB 2015 - Umar Abdurrahman 16314128



Mahasiswa

Perguruan tinggi memiliki peran untuk membentuk manusia susila dan demokratis. Insaf akan tanggung jawab kesejahteraan masyarakat, cakap dan mandiri memelihara, memajukan ilmu pengetahuan, dan cakap memangku jabatan dan pekerjaan. Itulah yang disebut insan akademis, manusia, ilmiah. Sehingga mahasiswa sebagai insan akademis berkewajiban untuk mengembangkan diri, mampu, tanggap, menghadapi masa depan, mmencari dan membela kebenaran ilmiah.

Keluarga Mahasiswa

Mahasiswa adalah civitas akademika, mengemban misi tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengembangan masyarakat. Dalam Keluarga Mahasiswa ITB banyak lembaga yang berwenang dalam mengatur segala hal tentang kemahasiswaan itu sendiri. Antara lain, kongres, kedaulatan tertinggi, menentukan dan mengawasi. Tim Beasiswa, saat ini tidak aktif, memiliki pertanggung jawaban kepada kongres mengenai control social dan bersifat tidak politis. Kabinet, merupakan lembaga eksekutif, berperan dalam dinamisasi kampus melalui pencerdasan dan pengembangan. MWA-WM, perwakilan mahasiswa di majelis tertinggi ITB. HMJ, berkoordinasi dengan cabinet, mengirimkan wakilnya kepada kongres, badan otonom, memiliki wewenang penuh atas dirinya sendiri, penyampai aspirasi mahasiswa. Unit, lembaga mahasiswa yang tergabung berlandaskan passion sama di berbagai bidang kemanusiaan, tidak memiliki wakilnya di kongres, penyampaian aspirasi dilakukan melalui jurusan masing masing, badan autonom.

Kaum Intelek

Bagaimana cara membedakan kaum intelek dan yang bukan? Kaum intelek memiliki integritas, watak ilmu, kesadaran akan mengemban potensi, dan will to power.

Himpunan dan Unit

Lembaga yang sangat dinamis dalam melakukan berbagai aktivitas kemahasiswaan adalah dua lembaga tersebut. Dalam pelaksanaan kegiatannya, menerapkan banyak hal dasar mengenai kemahasiswaan. Adapun saat melakukan berbagai acara, unit dan cabinet sama sama mengawasi keberjalanan acara tersebut. Salah satu bidang unit, yaitu media memiliki banyak hal hal dasar yang membantu kelancaran dinamisasi kampus. Sebagai media partner, penyampai aspirasi antara massa kampus dan juga lembaga eksekutif, yaitu cabinet. Berkemahasiswaan tidak lepas dari berbagai budaya yang ada di kampus, antara lain, integritas, kajian, peduli, apresiasi, kritis dan solutif, berhimpun, partisipasi, dan berkarya. Pada saat awal berdiri, mahasiswa di ITB masih berhimpun berdasarkan jurusannya masing masing, tidak lama kemudian ada sebuah wadah terpusat yang kita sebut dewan mahasiswa, karena berbagai alasan maka dibubarkan, dan kembali menjadi system yang tidak terpusat. Pada akhirnya lahirlah sebuah kemauan bersama untuk berangkul dan berkolaborasi, melalui Kabinet. Dulu pergerakan mahasiswa masih berlandaskan pemberontakan. Berbeda dengan sekarang yang lebih melakukan pergerakan dengan cara yang lebih kreatif. Nilai nilai utama pun tidak berubah, walaupun dalam pelaksanaannya seringkali berubah setiap masa, mengikuti kebutuhan yang harus dipenuhi. Mahasiswa yang tidak mengikuti himpunan, adlaah mahasiswa yang menolak untuk menyampaikan aspirasinya. Kolaborasi antar lembaga pelaku kegiatan kemhasiswaan sangat diperlukan, mengingat banyak sekali kebutuhan dan idelisme yang tidak bisa ditanggung oleh sendiri.

Sudut Pandang

Melihat Indonesia di 5 tahun ke depan, adalah melihat diri kita saat ini. Masalah yang ada menantang kita untuk menerapkan berbagai keilmuan yang kita dapat selama berkemahasiswaan di pergurun tinggi. Masalah pun lebih kompleks karena sekarang segalanya saling terkait membentuk suatu tabir kesejahteraan bangsa yang tidak bisa diselesaikan apabila kita sendiri melakukannya. Tidak cukup sampai disitu distraksi yang ditimbulkannya membuat kita tidak cukup memahami berbagai permasalahan melalui satu sisi saja. Terkadang merefleksikan kembali permasalahn sehingga menghilangkan esensi dari permasalahan yang sebenarnya. Berpikir inovatif adalah cara untuk melihat jelas jauh ke dalam permasalahan apa yang terjadi. Setelah berhasil melihat permasalahan utama pun kita dituntut kembali untuk memahami apa yang harus dilakukan, menghasilkan suatu hal yang solutif, taktis, dan strategis. Solusi pun kadang tidak menjawab permasalahan yang terjadi. Tidak tepat guna. Bahkan apabila kita memandang lebih jauh lagi, tidak cukup sampai disitu, perlu adanya keberlanjutan akan solusi yang kita berikan, karena sudah kita ketahui bersama, sekarang semakin dinamis dan masalah justru tidak semakin sedikit, banyak dan kompleks.

Tahapan

Berkemahasiswaan memiliki proses yang panjang dan sistematis. Beberapa orang menganaolgikannya sebagai suatu proses berjenjang melaui berbagai tahapan. Sering diidentikan dengan tahun menjadi mahasiswa, merupakan pandangan yang salah apabila kita melihat dari sudut pandang yang lebih luas. Tahap 1, adalah tahap orientasi, dimana saat itu kita memahami berbagai esensi, tujuan, mengetahui budaya, mengetahui fasilitas dan identitas diri. Tahap 2, adalah tahap karya dan kegiatan aktif, mendukung berbagai proker, menilai dan mengapresasi kegiatan, membangun pola piker kritis, optimis dan menganalisis permasalahan, serta menghasilkan solusi konstruktif. Tahap 3, eksekutif, bertanggung jawab terhadap diri, altualisasi nilai dan pola piker terbuka, lingkungan kondusif dan keterbukaan pemikiran. Tahap 4, menjaga nilai, pertimbangan konstruktif dan mengkaji. Tahap 5, persiapan alumni, pemaknaan, peran siap mengembangkan kelimuan, visi yang menyokong, mempersiapkan status barunya sebagai alumni.

Nilai-Nilai dalam Diklat Terpusat ITB 2015 - Mega Aulia Ramadhani - 16314051

Diklat Terpusat ITB 2015 merupakan kegiatan yang diadakan Kementrian Kaderisasi Tahap Persiapan Bersama KM-ITB. Kegiatan ini diikuti oleh masa TPB tahun 2014 pada 3 - 15 Juni 2015 yang lalu. Dalam mengikuti kegiatan ini, saya mendapat banyak manfaat yang dapat diterapkan dalam hidup, khususnya dalam kegiatan sehari - hari, dalam berorganisasi serta proses belajar - mengajar di Kampus ITB. Untuk lebih jelasnya, saya akan menjabarkan poin - poin penting yang dapat saya ambil ketika mengikuti kegiatan Diklat Terpusat ITB 2015. Diantaranya adalah :

1. Akhlak yang Mulia
Poin ini saya ambil ketika hari pertama mengikuti Diklat Terpusat yaitu pada sesi mentoring Agama Islam yang disampaikan oleh kakak - kakak GAMAIS ITB. Dari sana saya mendapat banyak ilmu mengenai hakekat kehidupan manusia di dunia.
Dalam hidup bermasyarakat kita wajib mengutamakan akhlak mulia untuk dapat menciptakan situasi yang tenang dan damai.

2. Kedisiplinan
Dalam mengikuti kegiatan Diklat Terpusat ITB kami semua di wajibkan datang tepat waktu dan mengikuti peraturan yang ada. Aplikasi dalam kehidupan sehari - hari adalah selalu disiplin/tepat waktu serta keteraturan dalam mengerjakan kegiatan yang ada. Hidup menjadi lebih terkontrol, terarah dan teratur, sehingga memudahkan dalam mencapai tujuan hidup yang diinginkan.

3. Menambah Ilmu dan Wawasan
Banyaknya ilmu yang saya peroleh dari rangkaian kegiatan Diklat Terpusat ITB 2015 menambah wawasan saya baik dalam berorganisasi maupun dalam hidup bermasyarakat baik di lingkungan kampus, maupun di luar kampus.

4. Pembentukan Karakter
Hasil dari kegiatan Diklat Terpusat ITB 2015 adalah mampu menciptakan insan akademis yang mempunyai jiwa enterpreneur, yaitu mampu :
-          Berfikir inovatif
-          Berkreasi menciptakan suatu produk
-          Memiliki kepekaan terhadap lingkungan
-          Mampu meminimalisir resiko yang ada/muncul



RESUME DIKPUS 2015 - Rizal Arafiansyah - 16314233

DAY 1
·         Sesi 1 : Mentoring Agama Tentang Hakikat Hidup
Hidup harus ada Visi hidup atau tujuan, kalo agamanya islam, Tujuannya Surga. Visi itu dibedakan menjadi baik dan buruk didasarkan pada niatnya. Untuk masuk surga, selain menjalani hidup untuk jadi sukses, harus tetep beribadah. Definisi ibadah : Melaksanakanperintah tuhan dan menjauhi larangannya. Selain itu, untuk menjaga hidup kita agar selalu beriman dan beribadah, perlu yang namanya akhlaq mulia.
·         Sesi 2 : Mentoring untuk kegiatan Observasi
Ditentuin tempat buat observasi . kemudian mencari rute angkit dan mencari informasi tentang lokasi tsb. Buat hipotesis mengenai kondisi tempat tersebut. Hipotesis berdasarkan 4 aspek L Pendidikan dan Sosial Budaya, Lingkungan, Teknologi, Ekonomi. abis hiotesis, buat pertanyaan buat narasumber berdasarkan hipotesis dan 4 aspek tsb. Buat analisis studi lapangan dengan 2 cara:
1.       SWOT
Strength                       : kekuatan atau kelebihan yang menonjol
Weakness                    : Kelemahan
Opportunity                 : Potensi dari luar apa aja yang akan berpengaruh positif nantinya
Threat                          : Potensi dari luar apa aja yang akan berpengaruh negatif nantinya

2.       Fish Bone
Jadi disini  disuruh cari masalah apa aja yang ada di tempat tersebut, nanti masalahnya dicari tau penyebabnya, nah penyebabnya itu kan pasti ada penyebabnya lagi, dari hal tersebut dicari tau terus penyebabnya sampe ke hal yang paling umum. Kemudian mencari solusi dari penyebab yang paling umum tersebut.

DAY 2
Pengenalan Divisi
Pada kali ini diklat dikenalkan beberapa divisi. Divisi pada OSKM saling mendukung satu sama lain agar kegiatan OSKM terlaksana dengan baik.



DAY 3
·         Sesi 1 :
Inspirational class, nah yang ini tiap kelas beda-beda materinya, tergantung narasumbernya
·         Sesi 2 :
1.       Profil Lulusan ITB:
·         Menjunjung kebenaran ilmiah
·         Cakap dan utuh terhadap program studi yang diambil
·         Sadar akan kewajiban memahami realita bangsa (Menjadi insan akademis)
·         Sadar kewajiban menempatkan keahlian (Sadar akan Peran)
2.       Insan akademis  : kaum intelek yang mempunyai jiwa entrepreneur
3.       Intelektual Leader :
·         Integritas dalam kebaikan
·         Watak keilmuan
·         Kesadaran mengembangkan potensi diri dan sekitar
·         Will of Power
DAY 4
·         Sesi 1 :
Mentoring KM ITB:
1.       Bagan KM ITB:


Penjelasan P1,P2,P3:
P1: mahasiswa melaui 1 himpunan/unit menyampaikan aspirasi
P2: mahasiswa melaui 2 atau lebih himpunan/unit menyampaikan aspirasi
P3: mahasiswa melaui seluruh himpunan/unit menyampaikan aspirasi

2.       Tahapan belajar berorganisasi di KM ITB
1.       Tahap Pertama                 : Tahap Persiapan
2.       Tahap Kedua                    : Tahap Berkegiatan dan Berkarya
3.       Tahap Ketiga                    : Tahap Eksekutif
4.       Tahap Keempat                : Tahap Menjaga keutuhan nilai-nilai dan keutuhan lembaga
5.       Tahap Kelima                   : Tahap Persiapan Alumni